Thursday, 23 April 2009

Perumpamaan Dosa

Dua orang lelaki yg telah melakukan dosa mengunjungi seorang tua yang bijak dan meminta nasihatnya.
“Kami telah melakukan suatu dosa,” kata mereka.. “dan suara hati kami terganggu. Apa yang harus kami lakukan ?”
“Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku,” kata orang tua tersebut dengan tenang.
Lelaki pertama mengatakan ,”Saya melakukan suatu dosa yang berat dan menyesalinya. Saya berhenti dari melakukannya”
Lelaki kedua berkata,”Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dirisaukan sangat…”
“Baik,” kata orang tua bijak tersebut, “Pergilah dan bawalah kepadaku seketul batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !”.
Lelaki pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Lelaki kedua dengan senang membawa satu karung berisi batu-batu kecil.
“Sekarang,” kata orang tua itu, “Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemuiya!”.
Lelaki pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Lelaki kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja
dan membiarkan batu-batu itu berada di dalam karungnya.
Katanya, “Itu pekerjaan yang sukar utk dilakukan!”
“Dosa itu seperti batu-batu itu,’ kata orang tua dengan lembut, “Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui kesalahan, bertaubat bersungguh2, menghentikan dari terus-menerus melakukan kesalahan yg sama, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan. “
Tetapi lelaki yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan dia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Dia sulit membuang
batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.
“Maka ketahuilah,anak-anakku,” nasihat orang tua itu, “adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !”

Dipetik dari: http://cintadearhaniey.wordpress.com

Wasiat Khalifah Ali Bin Abi Thalib


Assalamualaikum sahabat-sahabatku yang tercinta.. 
Jom kita renung sejenak nasihat yang amat berguna ini. Panduan buat kita menjalani kehidupan yang sementara cuma ni...Semoga kita menjadi hamba yang membawa kejayaan di akhirat kelak dan jangan pula menjadi orang-orang yang rugi.

Sebelum Khalifah Ali bin Abi Thalib menghembuskan nafas terakhir, beliau berwasiat..
"Wahai anakku, ingatlah empat perkara ini sebagai wasiatku.

Yang pertama ialah:
1. Sekaya-kaya kekayaan itu adalah akal,
2. Sebesar-besar kemiskinan itu adalah bodoh,
3. Seburuk-buruk tingkah laku itu adalah ujub dan
4. Semulia-mulia kemuliaan itu adalah akhlak yang baik.

Empat perkara yang kedua adalah:
1. Janganlah kau bersahabat dengan orang bodoh, sebab mungkin dia bermaksud memberi manfaat kepadamu, namun sebaliknya merugikanmu.
2. Janganlah kau bersahabat dengan seorang pendusta, sebab dia dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
3. Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang kedekut atau bakhil sebab dia akan menghinamu di kala engkau memerlukan bantuannya.
4. Dan janganlah kau bersahabat dengan pedagang, sebab dia akan menjualmu dengan harga yang murah."

Sahabat sekalian, renungkan lah....

Tuesday, 21 April 2009

Erti Sebenar Seorang Sahabat



Actually cerita nasihat ini nadia copy dari salah sorang student and dia copy dari iluvIslam.com... Jom kita baca dan sama2 mengambil manfaat dan iktibar...InsyaAllah..

"Pada zaman Rasulullah, ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai pengembala kambing. Pada suatu hari, sahabatnya yang pertama bertanya kepada sahabatnya yang kedua "Apakah benar engkau sahabatku yang sebenar benar sahabat?

Maka sahabatnya yang kedua menjawab, "Bukan kah kita telah bersama semenjak masih kecil dan membesar bersama-sama. Aku tidak pernah mengkhianati dirimu. Apa lagi yang mampu aku jadikan bukti bahawa aku benar-benar sahabat mu?"

Sahabat yang pertama tadi membentak "Sesungguhnya kamu lah manusia paling pendusta"

Sahabatnya kedua tadi kehairanan dan bertanya apakah kesalahannya sehingga sahabatnya itu melayannya seperti itu. Sahabat pertama tadi menjawab "Pulanglah kau kerumah, cari lah jawapannya, dan esok datanglah kau berjumpa aku."

Sehari harian, sahabat kedua tadi mencari punca dia dimarahi oleh sahabatnya. Sedangkan sahabatnya itu tidak pernah berkelakuan seperti itu sebelum ini. Keesokan harinya, pergilah dia bertemu dengan sahabatnya itu. "Wahai sahabat. Puas sudah aku mencari jawapan untuk soalan mu tapi tidak juga kutemui." katanya sambil menangis. "Katakanlah wahai sahabat, apa kesalahanku??"

Sahabat yang pertama merenung wajah sahabat kedua. "Pernahkah kau mengingatkan aku supaya mengucapkan dua kalimah syahadah, atau berselawat keatas junjungan ketika kita berehat dari lelah bekerja dan bersembang kosong??". Sahabatnya menggeleng.

"Pernahkah kau mengingatkan aku supaya segera solat dan kebaikan segera bersolat setiap kali azan dikumandangkan??" Sahabatnya menggelengkan kepala

"Pernahkah kau menasihatkan aku supaya berpuasa setiap hari pada bulan ramadhan? Sahabatnya menggeleng lagi.

"Pernah juga kah kau mengingatkan aku mengenai tanggungjawab ku supaya berzakat??" Sahabatnya menggeleng lagi seraya menangis. Namun sahabat pertama tadi mneruskan soalannya.

"Dan soalan ku yang terakhir. Pernahkah kau mengajak aku menunaikan haji setiap kali kita dikurniakan lebihan rezeki??" Sahabat kedua mendiamkan diri sambil menangis teresak esak.

"Tidak pernah bukan?? Maka tidak layaklah engkau bergelar sahabat padaku. Engkau tidak pernah membantu aku melarikan diri dari neraka jahanam. Pergilah kau. Mulai hari ini kita bukan lagi sahabat.

Moral:
Pernahkah kita melihat kedalam diri kita?? Layakkah kita untuk bergelar seorang sahabat?? Dan pandanglah teman yang sering kehulu kehilir bersama kita. Layakkah dia menjadi sahabat kita?? Renungkan sendiri dengan mata hati bukan dengan membuta tuli. Perbaikilah diri. Mungkin suatu hari kita layak untuk bergelar sahabat sejati dan hakiki. Berhati-hati memilih sahabat agar tidak terpilih sahabat yang menjerumuskan kita kedalam neraka jahanam!!




Monday, 20 April 2009

Kekerasan hati



Bismillahirohmanirrohim.
Suatu hari Rasulullah duduk berbincang bersama para sahabat dan ketika ada pesanan, para sahabat menangis kecuali seorang yang tidak iaitu Usamah bin Zaid. Aku mengadukan diriku padamu tentang sesaknya kekerasan hatiku... Mengapa...mengapa?. Kemudian Rasulullah meletakkan tangannya ke dada Usamah seraya berkata: "Keluarlah hai musuh Allah!" Seketika itu, keluarlah air mata Usamah, kemudian Rasulullah berpesan:

Bekunya mata berpunca pada kekerasan hati.
Kekerasan hati berpunca pada banyaknya dosa.
Banyaknya dosa berpunca daripada melupakan mati.
Melupakan mati berpunca daripada panjangnya angan-angan.
Panjangnya angan-angan berpunca daripada cinta dunia.
Dan cinta dunia merupakan sumber segala maksiat.


Dipetik dari: Sirah kehidupan Nabi SAW, sahabat dan ahli hikmah.






Thursday, 9 April 2009

Buku Pilihan | La Tahzan-Jangan Bersedih






La Tahzan - Jangan Bersedih oleh Dr. 'Aidh bin Abdullah Al-Qarni


Kenapa anda suka bacaan tersebut?
Tiltle buku ni Jangan Bersedih... buku ni mengajar nadia tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan redha akan ketentuan Ilahi... Juga mengajar nadia supaya tidak bersedih dengan apa jua ujian atau musibah yang melanda... banyak membantu dalam menguatkan hati, rohani dan jasmani.



Tuliskan beberapa jalan cerita @sinopsis @kata-kata yang bermakna, yang membuat anda terkesan dengan buku tersebut.

Seorang penyair mengatakan:

Meski hari silih berganti
dengan segala kesulitan dan kemudahan
yang ada di dalamnya
namun masih saja ada kesulitan hidup
yang keras dan sulit untuk ditaklukkan
hingga hidup terasa hina
dan tidak menjadi indah dibuatnya.
Namun tetap saja kami jalani segalanya
dengan jiwa yang tenang.
kami mampu menanggung kehidupan berat
yang sulit terpikulkan.
Untung saja kami masih memiliki
jiwa yang mampu bersabar
hingga tujuan hidup dapat diwujudkan
meski banyak orang yang tidak berdaya menghadapinya. 

m/s 190



Perlukah sahabat anda memiliki bacaan tersebut?
Perlu memandangkan ia merangkumi seluruh isi kehidupan dan memberi kita jalan terutamanya waktu ditimpa musibah. InsyaAllah semoga ia memberi kebaikan kepada kita semua.